"Tadi kami sudah olah TKP sama Unit Inafis Polresta Samarinda, dan dari dugaan sementara bukan korsleting listrik. Tetapi, untuk pastinya kami menunggu hasil dari pasti dari Inafis," tuturnya, Jumat (1/4/2022).
Lanjut kata Made, setelah nanti ada hasil dari Inafis baru pihaknya akan kembali meminta keterangan dari pihak pemilik rumah dan saksi-saksi lainnya di sekitar lokasi.
"Kalau hasil sudah ada, baru kami periksa saksi-saksi lain," imbuhnya.
Untuk barang bukti yang diamankan, Made menyebutkan, ada kompor gas mata dua dan seribu mata, oven pemanggang kue, tabung gas elpiji serta lainnya.
"Jadi, yang masih akan didalami ini terkait dengan, apakah kompor saat itu dalam keadaan menyala, kemudian ditinggal. Ini masih diselidiki," tandasnya.
Diberitakan sebelumnya, musibah kebakaran yang menghanguskan sembilan bangunan yang terdiri dari enam rumah tunggal dan tiga bangsal. Kebakaran yang terjadi pada Rabu (30/3/2022) itu juga menyebabkan tiga bangunan terdampak.
Peunlis: Nancy
Editor: Supiansyah