Adalah Ade Romli, teman almarhum yang pertama kali menemukan jenazah Maya dalam posisi menggantung di dalam bangunan yang terletak berseberangan dengan Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Jalan AW Syahranie.
Kepada Korankaltim.com, Romli menjelaskan saat itu dirinya hendak mengambil barang di dalam bangunan tersebut dan terkejut melihat temannya sudah tergantung. "Saya pergi tapi kembali lagi untuk mengambil barang, pas saya kembali itu melihat teman saya sudah tergantung," ujar Romli Selasa (8/3/2022) hari ini.
Romli bersama teman-teman lainnya langsung menghubungi pihak berwajib untuk mengevakuasi Maya. Disebutkan Romli kalau almarhum merupakan perantauan asal Sumedang yang datang ke Samarinda dengan tujuan bekerja sebagai buruh bangunan di Jalan AW Syahranie yang tengah dilakukan penyegelan oleh Pemkot Samarinda tersebut.
Romli mengaku kurang lebih selama 10 hari Rustandi tak terlihat, bahkan teman seprofesinya sudah menghubungi melalui telepon genggam tapi tidak aktif. Keseharian Rustandi menurut Romli cenderung pendiam. "Sepertinya karena masalah ekonomi," jelas Romli.
Kasubnit Inafis Polresta Samarinda Harry Cahyadi menjelaskan mereka tak menemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh Maya. Jenazahnya langsung dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) AW Syahranie Samarinda. "Kami bawa untuk dilakukan visum dan otopsi," kata Harry.
Penulis : Claudius Vico
Editor: Aspian Nur