Peristiwa bermula saat Riki melintas di kawasan AW Syahranie dan tepat berada di depan toko keramik, Riki melihat tumpukan keramik dalam dos tertutup terpal warna biru.
Niat buruk Rikit muncul. Melihat kondisi jalan yang sepi dan merasa tidak ada yang melihat, satu per satu keramik itu diangkatnya.
Agar proses membawa cepat, Riki memesan transportasi online untuk membawa barang curiannya tersebut yang jumlahnya sekitar 24 dus.
Ternyata aksi Riki diketahui pemilik toko lewat CCTV yang terpasang di depan toko. Pemilik toko dibantu warga sekitar langsung meringkus pemuda bertubuh kurus tersebut.
Riki akhirnya hanya bisa pasrah karena tubuhnya jadi sasaran pukulan warga sampai akhirnya personel patroli Beat 112 datang dan mengamankan dirinya.
Kasat Samapta Polresta Samarinda Kompol Ahmad Abdullah kepada Korankaltim.com menjelaskan kejadian ini.
"Ada laporan pencurian di toko keramik, jadi personel terdekat langsung meluncur dan mengamankan pelaku," ujar Abdullah.
Ada 24 dus keramik yang hendak dicuri Riki sampai akhirnya kepergok pemiliknya. Selanjutnya Riki diserahkan ke Polsek Samarinda Ulu untuk diproses lebih lanjut.
"Kami serahkan ke Polsek Samarinda Ulu karena masuk wilayah hukum mereka," pungkas Abdullah.
Penulis: Nancy
Editor: Aspian Nur