Saat itu, korban bersama dengan Firmanto alias Inyong, sedang menenggak minuman keras (miras), karena sudah mabuk, terjadi selisih paham antara keduanya dan terjadi pemukulan yang dilakukan oleh korban.
Karena, tak terima akhirnya Inyong memberitahu rekannya yakni Ikhsan alias Icang (26), jika dirinya telah dipukul oleh Abet. Mendengar hal itu, kedua pelaku serta seorang lainnya, Walat yang bersama Icang langsung mendatangi korban yang masih dalam pengaruh miras, dan hendak memukul Icang.
Saat itu, Walat pun langsung berlari ke indekos rekannya bernama Kiki, untuk mengambil sebilah parang, dan kembali mendatangi Abet. Melihat itu, Abet pun langsung lari dan dikejar oleh ketiga pelaku tersebut.
"Jadi spontan para pelaku langsung mengejar korban, saat itu Inyong sempat memukul kepala korban dengan gitar, setelah itu Walat memukul menggunakan parang yang masih dalam sarungnya. Saat korban mau terjatuh, pelaku bernama Icang tiba-tiba, langsung menusuk punggung korban dengan badik, dan korban terjatuh," ungkap Kapolsek Sungai Kunjang Kompol Made Anwara melalui Kanit Reskrim Ipda Roni Wibowo, Sabtu (26/2/2022).
"Dan ketiga pelaku langsung melarikan diri, sedangkan korban langsung dibawa ke rumah sakit, karena mengalami luka tusuk di bagian punggung dan memar di kepala," sambungnya.
Karena tak terima dengan perbuatan teman minumnya tersebut, korban pun melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Sungai Kunjang.
Dan hasil penyelidikan, salah satu pelaku bernama Icang berhasil diamankan pada Senin (21/2/2022) lalu, di kediaman kakaknya yang juga tak jauh dari Tempat Kejadian Perkara (TKP).
"Saat kejadian itu kami cari ke rumahnya tidak ada, dan kemarin salah satunya terlihat di rumah kerabatnya dan langsung kami amankan," terangnya.
Sementara, lanjut polisi berpangkat balok satu tersebut untuk dua pelaku lainnya yakni Walat dan Inyong masih dilakukan pencarian.
"Dua pelaku masih kami kejar, dan sudah masuk dalam daftar pencarian orang (DPO), ya mudahan bisa segera ditangkap. Sementara barang bukti badik katanya dibuang ke Sungai Mahakam," tandasnya.
Penulis: Nancy
Editor: Supiansyah