Saat ini pihaknya telah memintai keterangan dua saksi, yakni warga sekitar Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan pengemudi mobil triton atas nama Asman Jumriansyah (29).
"Pengemudi mobil ini sudah kami amankan setelah kejadian, saat ini sudah kami mintai keterangan. Ya, dari hasil pemeriksaan si pengemudi kurang berkonsentrasi," ujar Henny.
Disinggung mengenai faktor kurang konsentrasi pengemudi tersebut karena pengaruh minuman keras (miras) Henny masih enggan berkomentar lebih jauh.
"Kalau soal di bawah pengaruh alkohol, itu tim dokter yang akan menentukan, jadi kami akan berkoordinasi dengan dokter terkait hal itu," katanya.
Untuk selanjutnya, pihaknya bersama jajaran masih berkutat di TKP, untuk menghimpun keterangan saksi-saksi lainnya.
"Saksi yang baru dimintai keterangan ini kan masih dua, makanya anggota kami masih di lapangan untuk mencari saksi lain. Yang jelas pengemudi masih kami amankan," tandasnya.
Diberitakan sebelumnya, Senin (17/1/2022) sekitar pukul 04.15 WITA, telah terjadi insiden kecelakaan yang tewaskan seorang sopir angkot yakni Muhammad Halim.
Saat itu mobil merk Misubishi Triton KT 8043 NI warna putih, tiba-tiba kehilangan kendali dan langsung menyeruduk sebuah angkot warna merah KT 1386 BU, yang tengah parkir di tepi jalan.
Ternyata, saat kejadian tersebut sang sopir sedang tertidur di dalam angkotnya, akibat insiden tersebut nyawa pria paruh baya tersebut tak tertolong, karena mengalami luka parah di bagian kepala, pasalnya korban terjepit di antara kursi penumpang.
Penulis: Nancy
Editor : Bambang Irawan