Diterangkannya, berdasarkan keterangan rekan korban, Sabtu (25/12/2021) sekitar pukul 21.00 WITA korban pergi ke tempat rekannya di Harapan Baru, untuk acara Natal.
"Dia sampe jam tiga subuh di sana (Harapan Baru)," katanya.
Kemudian saat pamit pergi, rekan korban pun mengatakan untuk beristirahat di mess dan pagi harinya baru kembali ke kapal.
"Tetapi, korban ini bilang takut kesiangan, karena kapalnya mau pengolangan, setelah itu korban tak terlihat lagi dan tidak sampai ke kapalnya di kawasan Harapan Baru," terangnya.
Atas keterangan korban tersebut itulah polisi menduga jika saat hendak kembali ke kapal tersebut, korban sedang membuang air kecil dan terpeleset.
"Ya, dugaanya dia terpeleset saat buang air kecil, mungkin saat itu dia ngantuk. Karena, saat jasadnya ditemukan resleting celananya terbuka," ungkapnya.
Selain itu, pada jasad korban pun, kata Kohar secara kasat mata, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
"Secara kasat mata tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, untuk hasil visum kami masih menunggu. Yang jelas pihak keluarga tidak keberatan dan jasad telah dibawa pihak keluarga, untuk dimakamkan di kampung halamannya di Manado Sulawesi Utara (Sulut)," tandasnya.
Diberitakan sebelumnya jasad seorang pria ditemukan mengambang di Sungai Mahakam, diantara dermaga dan kapal barang, dengan posisi tertelungkup serta masih menggunakan pakaian lengkap.
Saat itu, tim SAR gabungan tak menemukan satu pun identitas di tubuh korban. Tetapi, tak lama datang rekan korban ke kamar jenazah dan mengenali, jika itu rekannya yang hilang sejak malam natal lalu.
Penulis :Nancy
Editor : Bambang Irawan