Amir Mahmud, pemilik rumah menyatakan dirinya baru tahu kejadian itu setelah ditelepon oleh tetangganya yang melihat WN tergantung di tembok lantai tiga rumahnya. "Saya dapat kabar dari tetangga bilangnys ada yang gantung diri di rumah saya," ujar Amir.
WN selain berprofesi sebagai guru ngaji juga berdagang obat herbal dan dikenal sosok yang ceria dan baik.
"Tempat ini (rumahnya) merupakan persinggahan bagi para penyiar dakwah atau ustaz dan dia disini sudah sekitar dua tahun," jelas Amir lagi.
Sebelum kejadian ini beberapa pekan lalu WN sempat mengobrol santai dengannya dan bercerita jika dirinya sedang sakit. "Perubahan tingkah laku almarhum ini sejak Lebaran Idul Fitri lalu, karena ada masalah keluarga, anaknya bercerai, dari situlah dia sudah mulai terlihat aneh," papar Amir.
Kasubnit Inafis Polresta Samarinda Aipda Harry Cahyadi mengatakan saat ditemukan tidak ada tanda-tanda kekerasan di tubuh WN.
"Kalau dari olah tempat kejadian kami bersama Polsek Sungai Pinang, alamarhum ini meninggal sudah sekitar 4 jam dari pukul 05.30 WITA. Jarinya menghitam tapi tidak ada lebam," ujarnya.
Proses evakuasi berlangsung cukup lama, pasalnya posisi almarhum tergantung tepat berada di tembok di lantai tiga.
"Kurang lebih dua jam baru bisa kami evakuasi," kata Harry.
Setelah di evakuasi jasad WN langsung dibawa ke kamar jenazah RSUD AW Sjahranie untuk divisum sambil menunggu pihak keluarga.
"Barang bukti yang kami amankan tas selempang berisi uang Rp700 ribu serta identitas. Saat itu almarhum mengenakan pakaian baju koko dan celana kain, kemungkinan dia selesai salat subuh," tutup Harry.
Penulis: Nancy
Editor: Aspian Nur