Rapat bersama dengan stakeholder ini, terkait antisipasi lonjakan covid-19, menghadapi Natal dan Tahun Baru (Nataru) serta percepatan vaksinasi di Bumi Etam.
"Rapat koordinasi ini melibatkan stakeholder terkait, mulai dari TNI, Binda, Pemerintan Kabupaten/Kota, seluruh pihak terkait lainnya. Pertama mengantisipasi lonjakan covid-19, pada pelaksanaan Natal dan tahun baru nanti," ungkapnya.
"Juga, kami mengantisipasi kelangkaan-kelangkaan seperti, BBM, bahan pokok serta pasokan listrik juga lainnya," sambungnya.
Tak hanya itu saja Herry menyebutkan selain antisipasi lonjakan covid-19 dan kelangkaan bahan pokok, juga terkait terjadinya bencana alam.
"Ya, ini melihat dengan tingginya curah hujan yang tinggi di Kaltim, nah ini semua akan kami bahas dalam rapat koordinasi, menyampaikan situasi dan kondisi serta kesiapan dari masing-masing daerah, kemudian menyatukan langkah antisipasi yang dilakukan," bebernya.
Terkait PPKM, pihaknya menjelaskan nantinya ada instruksi dari Mendagri.
"Itu sudah dikeluarkan pemerintah pusat, seluruh daerah itu level 3, tetapi dicabut. Yang diberlakukan sekarang sesuai dengan level masing-masing, seperti Samarinda Level 2 ya itu yang diberlakukan ketentuannya," terangnya.
Herry mengatakan kemungkinan nantinya akan ada instruksi baru yang dikeluarkan, pada tanggal 23 Desember, menjelang Nataru.
"Karena pemerintah tentunya akan melakukan asesment terhadap situasi, jadi menunggu instruksi pusat, yang jelas saat ini sesuai levelnya masing-masing," imbuhnya.
Herry mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap menjaga protokol kesehatan (prokes) ketat.
"Masyarahat diharapkan untuk tetap menjalankan prokes dengan baik, terutama menggunakan masker, ini mengantisipasi lonjakan covid-19 serta bagi yang belum vaksin, segera datang ke gerai-gerai vaksin yang ada, juga mari bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing," pungkasnya.
Penulis:Nancy
Editor : Bambang Irawan