Petugas melakukan berbagai cara untuk membuka penutup gorong-gorong tersebut, diantaranya menggunakan tali tambang nilon yang diikat dan diangkat menggunakan kayu ulin, tetapi usaha tersebut tak berhasil.
Tim Basarnas pun melakukan upaya penyelaman ke dalam gorong-gorong selebar kurang lebih 2 meter dengan kedalaman 1,5 setengah tersebut menggunakan peralatan lengkap, untuk mencapai titik dimana jasad Purnomo berada.
Koordinator Unit Siagar SAR Samarinda Dwi Adi Wibowo saat ditemui usai evakuasi petang tadi mengungkapkan pihaknya mendapatkan informasi sekitar pukul 17.30 WITA dari pihak keluarga yang mencirum aroma tak sedap, dari bawah gorong-gorong tepat di depan apotek
Mereka pun langsung menurunkan personel untuk melakukan evakuasi dengan melakukan penyelaman, menggunakan peralatan lengkap. "Proses evakuasi untuk mencapai jasad anak itu sekitar 5-6 meter ke dalam memerlukan waktu kurang lebih 8 menit kemudian jasad berhasil diangkat," kata Dwi.
"Saat sudah diangkat, orangtua anak itu kami minta untuk memastikan dan memang benar, jenazah langsung kami dibawa ke kamar jenazah RSUD AWS (Abdoel Wahab Sjahranie), menggunakan ambulans PMI Samarinda," sambungnya.
Dwi mengaku memang untuk air keruh, bercampur dengan lumpur dan gorong-gorong yang sempit jadi tantangan dalam mengevakuasi jasad bocah tersebut. "Selain keruh masuk ke dalam gorong-gorongnya juga sempit, tetapi tetap diupayakan bisa masuk dan Alhamdulillah bisa," sebut Dwi.
Seperti diberitakan sebelumnya, Kamis (21/10/2021) lalu, Abdul Purnomo pergi bersama dengan teman-temannya bermain banjir di kawasan Jalan Ahmad Yani Kelurahan Temindung Permai Kecamatan Sungai Pinang. Namun hingga usai Mahgrib Purnomo tak kunjung pulang, sehingga pihak keluarga pun bersama tetangga melakukan pencarian, dengan menyisir gorong-gorong tetapi nihil dan hingga akhirnya ditemukan petang tadi.
Penulis: Nancy
Editor: Aspian Nur