Namun kondisi ibu dua anak ini berangsur-angsur memburuk sampai hari Kamis kemarin kritis dan dilarikan ke RS Abdul Wahab Sjahranie Samarinda untuk mendapat perawatan lebih lanjut. Namun akhirnya Maimunah menghembuskan nafas terakhirnya petang kemarin.
Ipar Maimunah bernama Juhri kepada Korankaltim.com menjelaskan, jenazah almarhumah rencananya akan dimakamkan di kampung halamannya di Pemekasan, Madura.
"Berangkat ke bandara Balikpapan jam 11, sampainya sekitar jam satu siang. Kemudian terbang ke Surabaya terus perjalanan ke kampung saya sekitar tiga jam, mungkin malam tiba, langsung dimakamkan," kata Juhri.
Menurut informasi yang didapatkan Juhri, luka serius yang dialami Maimunah mulai dari kedua paha juga area pinggang mengalami patah tulang. Kemarin seharusnya almarhumah dijadwalkan menjalani operasi di RSU AWS Samarinda, namun nyawanya tidak sempat tertolong.
Almarhumah meninggalkan suami dan dua anak. Satu anaknya masih balita dan satu lagi sudah anak usia sekolah dasar.
Disebutkan Juhri, almarhumah bersama suaminya merantau ke Tenggarong sudah hampir empat tahun dan baru hendak membuka cabang warung Senin (4/10/2021) awal pecan tadi, namun rencana tersebut pun tertunda atas kejadian ini.
Sementara warung makan Putra Jaya yang dirintisnya itu ditutup sementara. "Rencananya mau tahlilan dulu selama tujuh hari tapi masih belum tau apakah saya juga diminta kembali ke Madura atau tidak. Orangtuanya juga masih syok sampai sekarang," papar Juhri.
Diketahui, pekan lalu kawasan simpang empat jalan Patin-Pesut, keluraham Timbau dihebohkan dengan kejadian kecelakaan yang menimpa Maimunah itu.
Awal mulanya saat Maimunah menyeberang untuk berbelanja keperluan warung makan ke toko yang berada tepat di seberang jalan dari rumah makan miliknya.
Ternyata anaknya berinisiatif menyusul ibunya menyeberangi jalan. Anaknya yang masih balita itu sempat menyeberangi jalur pertama dengan aman. Namun Maimunah yang kaget melihat anaknya itu sudah berada di tengah-tengah antara dua jalur dan ingin melanjutkan langkahnya, secara spontan berlari menyeberang untuk menghampiri anaknya.
Nahasnya dari arah lampu lalulintas simpang empat jalur sebelah kiri dari arah Kantor Kelurahan Timbau melaju truk yang diketahui dikemudikan oleh Parjoko hingga kecelakaan tak bisa terhindarkan.
Penulis: Reza Fahlevi
Editor: Aspian Nur