Kasat Ops Patnal Lapas Tenggarong, Ade Hari Setiawan menyampaikan kegiatan ini merupakan respon atas musibah yang terjadi di Lapas Kelas I Tangerang. "Sebelumnya kami juga telah melaksanakan perbaikan jalur instalasi listrik seluruh blok dan kamar hunian pada Agustus lalu, dan kegiatan kontrol ini juga bertujuan apakah terjadi kerusakan pada jalur instalasi,” katanya Kamis, (9/9/2021).
Hasil dari kegiatan tersebut tidak ditemukan kerusakan pada jalur instalasi listrik di blok maupun di dalam kamar hunian.
Kalapas Tenggarong, Agus Dwirijanto menerangkan dengan jumlah hunian yang over kapasitas serta kondisi bangunan yang tidak sebanding dengan jumlah penghuni saat ini, pihaknya tetap berkomitmen dalam memberikan pelayanan yang terbaik bagi warga binaan termasuk dalam rangka menciptakan kamar hunian yang layak semaksimal mungkin.
"Menyikapi atas musibah yang terjadi di Lapas Tangerang, saya atas nama pribadi dan institusi mengucapkan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya sebanyak 41 orang warga binaan dan mendoakan semoga keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan kesabaran," ucap Agus.
Pada kesempatan yang sama juga dilakukan simulasi penanganan bencana alam yakni pengambilan kunci induk serta pembukaan kamar hunian.
"Simulasi ini dilakukan guna mengetahui seberapa lama proses tersebut dilakukan sehingga dapat diketahui estimasi waktu perkiraan, dari hasil simulasi didapat waktu sekitar 3 menit," ujar Kasi Kamtib Lapas Tenggarong, Halif.
Kegiatan kontrol dan simulasi ini akan dilakukan secara berkala dan feedback nya dapat menjadi SOP secara internal tanpa mengurangi esensi dari SOP penanggulangan bencana yang telah ditetapkan oleh Direktorat Jenderal Pemasyarakatan.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor : Bambang Irawan