Fakta terungkap kalau keempatnya dihadiahi timah panas dibagian kaki karena mencoba melarikan diri usai diringkus Tim Gabungan Jatanras Polda Kaltim bersama Jatanras Polda Riau.
Hal itu diketahui saat mereka digiring petugas bersenjata lengkap mereka berjalan terpincang-pincang.
Diketahui lima pelaku tersebut berinisial SD, ASD, JI, IS dan ASA, semuanya warga Sumbawa, Nusa Tenggara Barat (NTB).
Waka Polda Kaltim Brigjen Pol Hariyanto, didampingi Dirkrimum Polda Kaltim Kombes Pol Subandi, dan Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Yusuf Sutejo menjelaskan, di Balikpapan ada dua rumah elite yang disatroni komplotan ini, yakni Perumahan Regency Cluster Deroyal dan Perumahan Balikpapan Baru cluster Windsor.
"Modusnya terlebih dahulu pelaku melakukan hunting, perburuan ke lokasi sasaran yang menjadi target, kemudian baru melakukan aksinya dini hari,"ujar Hariyanto.
Untuk dua lokasi perampokan di Balikpapan dilakukan hanya rentang waktu dua hari.
Yang pertama pada Kamis tanggal 29 Juli di perumahan Regency yang dihuni Warga Negara Asing (WNA) asal Tiongkok berinisial ZL dan ZZ.
Disana pelaku menyekap pemilik rumah dengan mengikat tangan dan mulut kemudian menggondol sejumlah barang berharga berupa perhiasan emas, jam tangan bermerek dan uang tunai Rp5 juta.
Lokasi perampokan kedua di Perumahan Balikpapan Baru, mereka beraksi hari Sabtu tanggal 31 Agustus sekitar pukul 01.20 WITA.
Di tempat itu korban berinisial SN disekap dan diikat pelaku. Barang berharga seperti jam tangan bermerek, perhiasan emas, kamera dan uang tunai Rp7 juta mereka ambil.
Saat beraksi para pelaku selalu menggunakan topeng dan sarung tangan agar tidak dikenali korbannya.
“Berdasarkan laporan tersebut anggota kami melakukan penyelidikan dan diperoleh petunjuk terhadap satu tersangka berinisial SD yang berhasil kami tangkap di Balikpapan,” ungkap Hariyanto.
Penulis: Yudi Hadi
Editor: Aspian Nur