"Kami masih fokus evakuasi, karena ternyata ada 7 kendaraan yang terlibat, dan mengumpukan bukti-bukti. Hari ini proses penyidikan," kata Wisnu siang tadi.
"Kami belum melakukan penahanan terhadap supir truk karena masih dalam proses penyidikan, jadi dia masih kami periksa sebagai saksi dulu, termasuk saksi lain yang terlibat dalam kecelakaan ini," imbuhnya.
Kalau nanti supir terbukti lalai dalam laka lantas beruntun ini, polisi akan langsung menetapkannya sebagai tersangka. "Ya, kalau dia terbukti lalai, akan kami tetapkan tersangka," tegasnya.
Disinggung terkait dengan kondisi para pengendara, Wisnu menjelaskan pengendara sepeda motor meninggal dunia, sedangkan pengemudi lainnya mengalami luka ringan.
Seperti diberitakan sebelumnya, sebuah truk fuso bermuatan ban berwarna merah dengan KT 9775 AK datang dari arah Tenggarong, tepatnya dari turunan tanjakan gunung sampah Bukit Pinang, meluncur ke bawah arah Jalan Pangeran Suryanata sekitar pukul 17.30 WITA
Diduga mengalami rem blong, supir bernama Ashfihany Noor yang berusia 44 tahun tak bisa mengendalikan kecepatan truknya dan terus saja melaju menghantam apa saja yang ada di depannya.
Mobil Daihatsu Jenis Luxio KT 1318 N warna putih bermuatan telur dan sebuah sepeda motor Honda PCX KT 2503 FZ jadi dua kendaraan yang ditabrak truk berbadan besar dan panjang itu.
Selanjutnya ada beberapa mobil lain juga disikat bahkan ada yang sampai tertahan di batang pohon di median jalan, ada juga yang berputar arah karena kerasnya tabrakan tersebut.
Murfat Effendi, pria berusia 45 tahun jadi korban yang kehilangan nyawa karena tergilas hingga depan Masjid At-Taufiq di kawasan tersebut. Belakangan diketahui Murfat merupakan dosen di Kampus Universitas 17 Agustus (Untag) di Jalan Ir H Juanda, Samarinda.
Sang supir sendiri yang merupakan warga Perumnas Blok VI RT 18, Kelurahan Batu Ampar, Kota Balikpapan, diketahui tak mengalami luka namun kondisinya tidak sadarkan diri saat kejadian.
Kronologis Singkat Kecelakaan Beruntun di Jalan Pangeran Suryanata Samarinda Senin, 16 Agustus 2021 pukul 17.30 WITA.
Truk Fuso KT 9775 AK dikendarai Ashfihany Noor kehilangan kontrol diduga rem bolong saat turun dari tanjakan gunung sampah Bukit Pinang.
Mobil KT 1130 BT dikendarai Yadi berusia 45 tahun warga Loa Bakung, Samarinda, ditabrak pertama, selanjutnya mobil KT 1246 MM dikendarai Muhammad Andre berusia 23 tahun warga Lok Bahu Samarinda juga ditabrak dari belakang.
Mobil KT 8757 NI dikendarai pria berusia 51 tahun bernama Kim Pan Cheol warga Jalan M Said Samarinda dan mobil KT 1318 N dikendarai Muhammad Irfan berusia 22 tahun warga Jalan Dr Soetomo serta sepeda motor KT 2503 FZ dikendarai Murfat Effendi warga Bontang berusia 45 tahun dan satu mobil lagi KT 8132 NO dikendarai Akhmad Kholik berusia 28 tahun warga Jalan Teuku Umar Samarinda semuanya ditabrak secara beruntun.
Murfat Effendi meninggal dunia karena jadi korban tabrakan kelima dalam kejadian ini dan terseret hingga meninggal dunia di lokasi kejadian tepat di depan Masjid At-Taufiq.
Penulis:Nancy
Editor: Aspian Nur