Amiluddin Amin sendiri kesehariannya bekerja sebagai elektrikal engineering. Nasir, rekan almarhum kepada korankaltim.com menjelaskan, sudah sepekan terakhir Amiluddin tidak bekerja karena sakit. Ditambah cuaca yang tak menentu membuat almarhum dalam kondisi tidak fit, mengalami batuk dan pilek.
"Sebelum Magrib saya sempat antarkan makanan seperti biasanya, terus dia bilang mau mandi dan bersiap mau salat," kata Nasir.
Malam hari karena merasa khawatir dengan kondisi temannya itu, Nasir pun kendatangi almarhum untuk menanyakan kondisinya. Saat pintu kamarnya diketok tak ada respon dari almarhum. Karena penasaran Nasir mendatangi tetangga Amiluddin untuk bersama-sama memastikan kondisi almarhum.
Saat diintip melalui ventilasi jendela, almarhum dalam posisi sujud. Nasir dan tetangganya tadi langsung memanggil pemilik kontrakan dan mendobrak pintu tersebut. "Saat masuk, kondisinya sujud, dia sudah kaku," jelas Nasir.
Tak lama pihak Polsek Samarinda Sebeberang bersama Inafis Polresta Samarinda serta PMI pun tiba di lokasi melakukan pemeriksaan awal serta evakuasi jenazah almarhum.
Kasubnit Inafis Polresta Samarinda Aipda Harry Cahyadi mengatakan setelah mendapatkan laporan pihaknya langsung menuju lokasi kejadian dan melakukan olah TKP awal, bersama Polsek Samarinda Seberang.
"Kami tidak temukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh almarhum, untuk pastinya kami menunggu hasil visum," ujar Harry.
Jenazah Amiluddin langsung dibawa ke kamar jenazah RSUD AW Sjahranie menggunakan ambulans PMI.
Penulis: Nancy
Editor: Aspian Nur