"Beberapa jam setelah pengeroyokan itu kami sudah berhasil amankan dua pelaku, kini masih dalam tahap pengembangan," ucapnya Selasa (29/6/2021). Ia membeberkan masih terdapat pelaku lainnya karena pihaknya masih melakukan pengembangan kasus. "Ini masih kami kembangkan, masih ada (pelaku lainnya)," bebernya.
Lantaran masih dalam tahap pengembangan, perwira menengah melati satu ini masih enggan membeberkan apa yang melatar belakangi kejadian tersebut sebab masih mendalami kasus tersebut. "Ini masih didalami Polsek Kota juga. Ini masih dikembangkan dulu peran-peran pelaku lainnya," sebutnya.
Kapolsek Samarinda Kota, AKP Creato Sonitehe Gulo, memastikan keduanya yang saat ini berhasil dibekuk turut terlibat dalam pengeroyokan yang menewaskan warga Samarinda Seberang itu. Akan tetapi keduanya tidak terlibat secara langsung dalam perselisihan tersebut.
"Untuk dua pelaku ini bukan yang berselisih sama korban, yang bermasalah dengan korban ini juga ternyata tidak ikut mengejar korban saat awal kejadian," tuturnya. Namun disebutkannya terdapat temuan baru dalam hasil visum yang telah dilakukan, ia menyebutkan dari bekas luka yang ada pada tubuh korban ternyata hasil dari sabetan senjata tajam justru luka yang ada itu bekas hantaman dari benda tumpul yang mendarat pada badan dan kepala korban.
"Meskipun dari CCTV ada pelaku yang membawa sajam tapi dari hasil visum tidak ada bekas sajam justru batu yang digunakan untuk melempar dan kayu yang digunakan untuk memukul kepala," tandasnya. Diberitakansebelumnya, seorang pria ditemukan tergeletak dengan luka robek tepatnya di Jalan Ahmad Dahlan, Kecamatan Samarinda Kota.
Berdasarkan informasi yang dihimpun korban yang tergeletak adalah warga Samarinda Seberang, Jumriansyah (39). Salah satu warga membeberkan sempat terjadi aksi kejar-kejaran berlangsung dari Jalan Lambung Mangkurat, tepatnya di depan Gang Bakti, sekira pukul 05.00 Wita.
Penulis : Claudius Vico
Editor : Bambang Irawan