Saat ini tenaga medis yang telah tersedia terdiri dari dokter umum, perawat, apoteker, tenaga administrasi yang masing-masing berjumlah sebanyak satu orang serta dibantu oleh kader kesehatan sebanyak 15 orang yang kesemuanya adalah Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP).
Pemilihan dan pengangkatan kader ini melalui asesmen resiko dan kebutuhan yang dilakukan oleh Bagian Seksi Binapi bekerja sama dengan Lapas Samarinda yang bertujuan untuk mengetahui tingkat risiko yang dimiliki oleh warga binaan jika diangkat menjadi kader kesehatan, selanjutnya hasil tersebut dibahas dalam sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan guna mendapatkan persetujuan.
Kepala Lapas Tenggarong, Agus Dwirijanto mengatakan pengangkatan kader kesehatan ini sebagai bentuk inovasi pelayanan kesehatan bagi warga binaan selain bertugas membantu tenaga medis juga melakukan jemput bola bagi warga binaan yang sedang sakit karena masih banyak warga binaan yang tidak mau menyampaikan keluhan kesehatannya. "Ini adalah salah satu inovasi kami dalam memberikan pelayanan kesehatan bagi warga binaan, selain membantu tim medis dalam memberikan layanan juga melakukan aksi jemput bola ke kamar hunian terhadap warga binaan yang sakit, karena masih terdapat warga binaan yang tidak mau menyampaikan keluhan kesehatannya," katanya kepada korankaltim.com, Senin (21/6/2021).
Salah satu warga binaan Aji Sayid Deki Lesama alias Deki yang sejak tahun 2019 diangkat menjadi kader kesehatan menyampaikan merasa beruntung dapat kepercayaan menjadi kader kesehatan, selain membantu kegiatan medis di klinik dirinya juga sering mendatangi kamar-kamar hunian untuk mengkampanyekan gerakan hidup sehat bagi warga binaan. "Saya sangat senang menjadi bagian dari klinik Lapas Tenggarong dengan menjadi kader kesehatan karena dapat menambah wawasan keilmuan juga bisa membantu kegiatan medis di klinik dan kampanye gerakan hidup sehat di kamar-kamar hunian," ujarnya.
Deki mengaku setelah diangkat menjadi kader, dia beserta teman-teman kadernya yang lain menjalani tranning untuk pengenalan dasar tentang kesehatan seperti pengunaan alat tensi, pemeriksaan tekanan darah serta mencatat data kesehatan warga binaan.
Kegiatan kader kesehatan sendiri dimulai setiap hari kecuali Jumat dan Minggu dari jam 08.00 - 15.00 wita, khusus Jumat dilakukan kegiatan Jumat bersih dengan mendatangi setiap kamar hunian dan mengecek kebersihan sarana MCK yang tersedia di kamar hunian.
Salah satu dokter yang bertugas, dr Wildan Mauliddina yang sejak tahun 2017 bertugas sebagai dokter umum di klinik Lapas Tenggarong menyampaikan, sangat terbantu dengan adanya kader kesehatan ini selain dapat membantu pekerjaan medis juga dapat dirasakan perannya setiap pelaksanaan kegiatan kesehatan yang dilaksanakan di lapas baik itu sifatnya internal lapas maupun yang diselenggarakan oleh Dinkes Kutai Kartanegara. "Diantaranya yang rutin dilaksanakan adalah screening TB-HIV yang tiap tahun dilaksanakan sejak minimal tiga kali kegiatan dengan sampel adalah seluruh warga binaan," terang Wildan.
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor : Bambang Irawan