"Jadi, informasinya itu mereka datang, dan naik ke tongkang melalui tangga, kemudian mengambil besi-besi tua, dan dibuang ke sungai. Setelah, itu mereka pun turun, untuk mengambil besi tersebut dengan menyelam," ungkap Koordinator Unit Siaga SAR Samarinda, Riqi Efendi saat ditemui di lokasi kejadian sore tadi.
"Kemudian, kakak korban ini melihat ada karyawan datang, dan saat menoleh ke arah korban sudah tidak ada lagi," sambungnya
Nah, saat itu kakak korban ini sempat melakukan pencarian, tetapi tidak ketemu, kemudian langsung melaporkan ke Polsek Samarinda Seberang dan kemudian ke Basarnas Samarinda.
"Setelah menerima informasi kami langsung bersiap melakukan pencarian, bersama relawan," imbuhnya.
Untuk sistem pencarian, Riqi mengaku pihaknya fokus pada penyelaman dan ada dua penyelam dari Basarnas.
"Kami hari ini fokus penyelaman, karena informasinya itu dia (korban) menyelam di tepi, dan penyelaman yang dilakukan 2-3 meter," terangnya.
Saat disinggung terkait dengan kendala yang dihadapi, Riqi mengatakan selain arus bawah sungai, juga jarak pandang nol.
"Arus di bawah yang kencang dan visibility nol," pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan proses penyelaman masih dilakukan oleh dua penyelam Basarnas Samarinda.
Penulis: Nancy
Editor : Bambang Irawan