"Tetapi, saya tidak angkat, saat saya datang baru dikasih tahu," tuturnya.
Ia menambahkan saat itu anaknya laki-lakinya yang masih berusia 15 tahun, hendak buang air kecil, tetapi ternyata tidak bisa dibuka.
"Ya, dia kira bapak itu jalan, pas dia lihat ada motornya, makanya mikirnya ada bapak itu, dikira terkunci di dalam," ujarnya.
"Makanya langsung panggil warga sekitar dan RT RT meminta bantuan dari Basarnas, karena tidak jauh dari sini," sambungnya.
Saat Basarnas tiba, bersama warga langsung dilakukan evakuasi, dengan mencongkel pintu dengan linggis, tetapi tenyata pintu tersebut tidak terkunci, melainkan terhalang oleh badan korban.
"Iya, pintunya terhalang badannya, makanya susah dibuka, jadi didorong, saat dicek nadinya sudah tidak ada lagi, ya mikirnya kami evakuasi siapa tahu masih bisa ditolong," imbuhnya.
Ia juga menjelaskan jika almarhum tersebut memang kerap datang ke rumahnya setiap sebulan sekali untuk berobat ke rumah sakit.
"Iya, teman kerja bapaknya dulu, jadi sudah kayak keluarga, kalau datang berobat pasti nginap di sini, karena rumahnya kan jauh di Resak, Kutai Barat. Datang ke sininya ya, naik motor sendirian," pungkasnya.
Kapolsek Samarinda Ulu AKP Zaenal Arifin melalui Kanit Reskrim Iptu Fahrudi mengatakan usai mendapatkan laporan bersama Inafis Polresta Samarinda serta PMI langsung turun ke Tempat Kejadian Perkara (TKP), untuk melakukan evakuasi.
"Kami dan Inafis sudah melakukan olah TKP, karena kebetulan korban ini tinggal di Kubar, setiap sebulan sekali cek up kesehatan, karena ada riwayat sakit jantung," ungkapnya.
"Jadi, siang tadi ke rumah sakit dan pas datang ditemukan di kamar mandi sama anak pemilik rumah," sambungnya.
Hasil olah TKP awal, polisi tak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
"Tanda-tanda kekerasan tidak kami temukan, ya dugaannya karena serangan jantung," pungkasnya.
Penulis: Nancy
Editor : Bambang Irawan