Laporan diteruskan kepada Polairud Polda Kaltim dan langsung berkoordinasi dengan Basarnas untuk mengevakuasi jasad dari sungai untuk dibawa ke Pos TNI AL menggunakan rubber boat.
Tiba di dermaga Pos TNI AL, jasad langsung dibawa ke kamar jenazah RSUD AW Sjahranie menggunakan ambulance PMI, dengan didampingi Unit Inafis Sat Reskrim Polresta Samarinda bersama relawan.
Kasubnit Unit Inafis Sat Reskrim Polresta Samarinda Aipda Harry Cahyadi menjelaskan hal ini kepada korankaltim.com saat ditemui di kamar jenazah RSUD AWS Minggu (16/5/2021) tadi malam.
"Saat tiba di kamar jenazah, kami langsung melakukan identifikasi dari sidik jari dan foto karena tidak ada identitas yang ditemukan pada jasad. Datanya juga tidak terdaftar di e-KTP," kata Harry.
Tim Inafis mendapatkan informasi di media sosial (medsos) ada keluarga yang kehilangan keluarganya berjenis kelamin perempuan usia sekitar 70 tahun. "Kami langsung menghubungi keluarganya dan ternyata dari ciri-cirinya sesuai, yang dikenali dari cincin serta anting yang digunakan juga ciri fisik tidak ada rambut," papar Harry lagi.
Dari hasil pemeriksaan awal, pada tubuh Nurpah tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan. "Keterangan dari keluarganya, almarhumah hilang sejak Minggu (9/5/2021) pekan lalu tetapi saat dicari tidak ketemu selama dua hari, sehingga dilaporkan ke Polresta Samarinda," jelas Harry.
Jenazah Nurpah sudah diambil oleh pihak keluarga untuk disemayamkan.
Penulis: Nancy
Editor: Aspian Nur