“Kami tidak ingin malam takbiran menimbulkan kerumunan dan terjadi klaster baru. Jangan sampai kerja keras selama ini sia-sia, karena saat ini Samarinda sudah meninggalkan zona berbahaya dari penyebaran Covid-19," kata Andi Harun.
Orang nomor satu di Samarinda ini sangat berharap zona aman dipertahankan semakin ditingkatkan. "Kalau ini bisa bertahan, mungkin minggu depan Samarinda bisa masuk dalam zona hijau, sesuai data dari info grafis, nah ini yang perlu dijaga," tegasnya.
Apel dihadiri Kapolresta Samarinda Kombes Pol Arif Budiman, Wakapolresta Samarinda AKBP Eko Budiarto serta tim gabungan yakni TNI, Satpol PP, Dinas Perhubungan (Dishub), BPBD serta PMI.
Andi Harun menuturkan apel pasukan gabungan untuk pengamanan malam nanti. "Pengamanan ini berbasis pada situasi pandemi Covid-19 dan Kamtibmas," jelas Andi Harun.
Sesuai amanat Presiden dan Kapolri, hukum tertinggi adalah keselamatan rakyat dan TNI/Polri, karenanya mitra kamtibmas dan satgas akan memegang pedoman tersebut. Selain pengamanan malam takbiran keliling kata Andi, juga untuk mendeteksi awal adanya Kamtibmas lainnya di masyarakat.
“Aparat kepolisian tentu ingin agar masyarakat bisa melaksanakan Idulfitri yang aman dan sehat, dengan tetap menerapkan prokes," jelasnya. Polresta Samarinda akan menurunkan 348 personel untuk mengamankan malam takbiran nanti. Para pelanggar akan ditindak sesuai ketentuan dengan menahan kendaraan yang digunakan untuk berkeliling saat takbiran.
Penulis: Nancy
Editor: Aspian Nur