"Kami bersama instansi terkait melakukan peningkatan pengawasan selama bulan Ramadan ini hingga menjelang Idulfitri," ungkap Kepala BBPOM Samarinda, Sem Lapik usai rilis Senin (10/5/2021) hari ini.
"Kegiatan ini kami gelar sepekan sebelum puasa dan sepekan setelah Lebaran nanti," imbuhnya.
Untuk pengawasan yang dilakukan bukan hanya menyasar ke ritel atau grosir saja, tetapi jajan pasar yang ada di Pasar Ramadan juga diperiksa.
Setidaknya ada 19 ritel makanan dan 81 sampel makanan yang diperiksa secara acak beberapa daerah.
"Dari empat sampel makanan ada yang mengandung bahan pengawet bukan untuk makanan dan perwarna tekstil yang digunakan. Dua makanan olahan ini ditemukan di Tenggarong Kutai Kartanegara (Kukar) diketahui menggunakan boraks, sedangkan satu temuan di Samarinda dua sampel cendol mengandung rhodamin," jelas Sem Lapik lagi.
"Untuk penjualnya kami berikan pembinaan untuk tidak melakukan lagi," sambung Sem yang baru empat bulan menjabat sebagai Kepala BPOM Samarinda tersebut.
Temuan kandung zat yang bukan untuk makanan ini akan kembali ditelusuri, karena diketahui olahan kerupuk yang mengandung rhodamin bukan olahan makanan dari Kaltim. Sedangkan, untuk olahan cendol penjualnya telah diberikan pembinaan.
"Kami masih dalami motifnya, kerupuknya itu didatangkan dari luar (Kaltim). Kalau cendol itu buat sendiri, tapi pedagangnya tidak tahu. Makanya kami segera berikan edukasi bahan itu tidak boleh digunakan," jelas Sem.
Dari sekian banyak yang dilakukan pemeriksaan, hanya sebagian yang ditemukan bahan berbahaya, sehingga ia bersyukur masyarakat sudah mulai sadar dan mengerti tentang keamanan pangan.
"Kalau untuk temuan ini masyarakat mulai sadar, berbeda dari sebelum-sebelumnya. Kami berhrap pedagang maupun pengusaha juga tetap menjaga dagangannya ini supaya aman dikonsumsi," tutup Sem Lapik.
Penulis:Nancy
Editor: Aspian Nur