Di awali dengan mendatangi pondok Pesantren Miftahul Ulum Kelurahan Mangkurawang, Kalapas beserta jajarannya bergeser ke Pondok Pesantren Darul Fallah dan berakhir di Pondok Pesantren Al Farisyah Hasyim.
"Kegiatan ini adalah bentuk kepedulian jajaran Direktorat Jenderal Pemasyarakatan dalam hal ini Lapas Tenggarong terhadap sesama, terutama pada masa pandemi covid ini, dan juga merupakan rangkaian kegiatan hari bakti pemasyarakatan ke 57," kata Agus saat berkunjung ke pesantren Darul Falah.
Kegiatan bakti sosial ini dikemas dalam bentuk pembagian bahan-bahan sembako yang diserahkan secara langsung oleh Kalapas kepada pimpinan pondok pesantren.
Sembako yang terkumpul ini berasal dari sumbangan sukarela seluruh petugas lapas Tenggarong baik dalam bentuk uang maupun barang. "Terlebih dalam momen Ramadan ini semoga membawa keberkahan bagi seluruh petugas" terangnya.
Adapun Program Bangga Beli Hasil Napi, dilakukan sehari sebelumnya, Kamis (15/4/2021), Lapas Tenggarong melaksanakan kegiatan berupa membeli produk napi. Khusus Lapas Tenggarong yang mempunyai ciri khas pada bidang meubeler juga tidak mau ketinggalan memanfaatkan momen ini yang bertujuan selain mengenalkan produk napi juga dan meningkatkan PNBP serta bertujuan menunjukkan kepada masyarakat bahwa di Lapas Tenggarong terdapat kegiatan pembinaan kemandirian.
Hal ini juga sejalan dengan program dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan yang menciptakan Lapas industri. "Kegiatan ini selain untuk mengenalkan produk napi juga sebagai sarana meningkatkan PNBP melalui program pembinaan kemandirian," ucap Kasil Giatja Jumari Suwandoko.
Diketahui tahun ini Lapas Tenggarong mendapatkan kepercayaan kembali untuk menyelenggarakan pelatihan kemandirian sebanyak 10 paket kegiatan yang juga menggandeng pihak ketiga seperti beberapa Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) yang ada di Tenggarong. " Untuk tahun ini lapas Tenggarong mendapat 10 paket kegiatan pelatihan, tahun sebelumnya juga mendapat program pelatihan sebanyak 22 paket, penurunan jumlah paket ini dikarenakan adanya refocusing anggaran pada Kementerian guna penanganan covid 19," imbuhnya saat menyerahkan langsung pembelian kursi di samarinda.
Pada kesempatan lain, Staf Giatja, Eko Prabowo menyampaikan tahun ini bengkel kerja lapas Tenggarong akan coba memfokuskan pada kegiatan konveksi, pastri/bakery dan barista. Ke depannya bengkel lapas Tenggarong coba akan mematangkan usaha promosi hasil pembinaan ini melalui program HaNa (Hasil Narapidana).
Penulis: Muhammad Heriansyah
Editor : Bambang Irawan