Hal ini disampaikan langsung Kasat Reskrim Polresta Samarinda Kompol Andhika Darma Sena saat ditemui di Mako Polresta Samarinda Jalan Slamet Riyadi Sungai Kunjang Rabu (14/4/2021) hari ini. “Pacarnya HR memang tinggal di daerah situ dan SP sering menjelek-jelekkan korban sama pacarnya," ungkapnya.
“Ejekan itu membuat HR tersinggung dan saat SP datang ke kos-kosannya langsung didatangi HR dan terjadi cekcok. SP melihat ada badik dan langsung ditusukkan ke rusuk HR," imbuh Andhika lagi. Badik berukuran kurang lebih 35 sentimeter itu memang sudah ada di indekos SP.
"Kebetulan badik itu sudah ada, makanya saat mereka bertengkar langsung diambil SP dan ditusukkan ke HR," jelas Andhika. Andhika menyatakan belum mengetahui pasti apakah sudah ada rencana sebelumnya dari SP untuk menikam HR.
"Kami belum tahu, karena saat ini pelaku masih dalam pengejaran," tutup Sena. Diberitakan sebelumnya peristiwa berdarah ini terjadi awal pekan lalu sekitar pukul 15.30 WITA. HR meregang nyawa saat tiba di RSUD AW Sjahranie.
SP yang menusuk HR langsung melarikan diri. Kediaman SP dan HR sendiri berdekatan, mereka berteman dan menetap disebuah bangsalan tiga pintu yang hanya bersebelahan. Awalnya ada dugaan kasus ini berlatar api asmara karena HR tidak senang melihat SP membonceng pacarnya sehingga mendatangi pelaku sampai akhirnya terjadi keributan diantara keduanya.
Penulis: Nancy
Editor: Aspian Nur