Hal ini diungkapkan Kapolresta Samarinda Kombes Pol Arif Budiman melalui Kabag Ops Kompol Andi Supriadi saat ditemui di Mako Polsek Palaran Sabtu (10/4/2021) sore tadi.
Menurutnya, peristiwa tersebut terkait dengan permasalahan lahan, dan salah satu kelompok ada yang memprovokasi, sehingga menyebabkan terjadinya penyerangan terhadap kelompok masyarakat.
"Tetapi, saat ini kami sudah melakukan antisipasi, dengan dipimpin langsung kapolres bersama jajarannya. Bersama, SatBrimob Batalyon B Pelopor Polda Kaltim, TNI serta pihak terkait lainnya untuk meredakan ketegangan dan saat ini situasi telah kondusif," ungkapnya.
Ia berharap untuk masyarakat Samarinda untuk tidak terprovokasi dengan pemberitaaan yang belum tentu kebenarannya.
"Jangan mudah percaya dengan berita-berita hoaks yang tidak jelas. Untuk itu mereka diharapkan bijak dalam bersosial media," harapnya.
"Dan peristiwa ini telah diambil alih kepolisian dan kami akan ungkap para pelaku, dan harus tertangkap, untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. Jadi, masyarakat tidak perlu khawatir," sambungnya.
Saat ditanya terkait jumlah korban akibat bentrokan tersebut, terdapat 7 orang, satu diantaranya tewas akibat senjata tajam dan enam lainnya masih dalam perawatan, akibat terkena peluru gotri, ini dari hasil visum," terangnya.
Pihaknya, juga melakukan koordinasi dengan pihak lurah dan camat setempat, untuk memberikan imbaun kepada masyarakatnya tidak menimbulkam permasalahan baru.
"Masyarakat harus tetap tenang dan tidak terprovokasi," tegasnya.
Terkait dengan saksi, saat ini yang telah dimintai keterangan sebanyak 4 orang.
"Nantinya, keterangan-keterangan dari saksi akan dikembangkan oleh penyidik reskrim," tandasnya.
Diberitakan sebelumnya, bentrok antara dua kelompok, satu orang tewas akibat sajam, yang membuat leher korban nyaris putus, pada Sabtu (10/4/2021) sekitar pukul 10.00 WITA tadi di Jalan Pakang RT 1 Kelurahan Handil Bakti Kecamatan Palaran, tepatnya di kawasan perssawahan, yang juga tak jauh dari Tol Balikpapan-Samarinda (Balsam). []
Penulis:Nancy
Editor : Rusdi