Misalnya saja yang dilakukan oleh gadis 16 tahun ini. Demi membeli ponsel pintar yang diinginkan, untuk digunakan sekolah daring, ia rela melayani para lelaki hidung belang.
Pasalnya di saat yang lain belajar daring, ia belajar di rumah dan jika ujian tiba, diberikan kertas ulangan oleh sang guru. Dan ia mengaku sang guru mengerti dengan kondisinya tersebut.
Dalam pikirannya, melayani para lelaki hidung belang menurutnya satu-satunya cara cepat memperoleh uang. Apalagi, ia berasal dari keluarga yang pas-pasan dan menjadi korban perceraian orang tuanya.
Sang ibu hanya bekerja sebagai seorang pengasuh anak, sedangkan sang ayah, pasca bercerai pindah ke kampung halamannya dan tak pernah mengirim uang.
Mengetahui kondisi sang ibu, tersebut dirinya pun tak pernah menuntut apapun dari sang ibu. Sehingga, ia pun berfikir untuk mencari uang sendiri, dalam memenuhi keperluannya sendiri, tanpa harus meminta.
"Ya, saya begini baru pertama kali. Waktu itu, saya cari pelanggan ya dari aplikasi pesan instan, itu pakai hp teman, ada yang tawar, saya ambil yang tertinggi," ungkapnya.
"Itu, juga awalnya hubungin mantan pacar, dia bilang lagi di hotel, karena ada temannya yang open BO. Disitu saya mikir mau ikut, karena gak mau nyusahin orang tua," sambungnya.
Setelah itu ia memutuskan melakukan hal tersebut dengan teman-temannya pun menyewa hotel, yang nantinya akan dipergunakan untuk melayani pelanggan mereka, yang digunakan bergantian.
"Iya, saya nginap di hotel, saya ada dapat dua tamu, pertama itu dapat Rp350 ribu dan keduanya Rp300 ribu. Itu, saya cari sendiri pakai aplikasi. Itu, gak sama uang nginap di hotel, karena itu teman yang bayar," bebernya.
Hingga pada Kamis (18/3/2021) lalu, ia bersama dengan 7 orang rekannya, pun digrebek oleh petugas kepolisian Polsek Sungai Pinang bersama dengan Tim Reaksi Cepat (TRC) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kaltim.
Diketahui, saat itu ia usai melayani dua tamunya dan di kamar hotel tersebut, dirinya sedang kumpul bersama teman-temannya. Sehingga, mereka pun dikenakan wajib lapor.[]
Penulis : Nancy
Editor : Rusdi