"Tadi malam (Selasa malam kemarin) anggota kami melakukan rekonstruksi sampai tengah malam tetapi belum ada temuan baru," jelas Kasat Reskrim Polresta Samarinda Kompol Yuliansyah saat dikonfirmasi Rabu (24/2/2021) sore tadi.
Andhika dibonceng temannya Nasrum dimana keduanya baru pulang dari salah satu tempat hiburan malam di Kota Tepian menghadiri pesta ulang tahun rekan mereka. Keduanya diduga menenggak minuman keras (miras) dan saat pulang dari arah Jalan Sutomo menuju Jalan S Parman, tiba-tiba motor yang dikemudikan Nasrum oleng dan membuat Andhika terjatuh. Nasrum baru tahu temannya jatuh setelah kurang lebih 30 meter.
Nasrum kembali dan turun dari motor meminta pertolongan kepada orang yang masih melintas. Andhika langsung dilarikan ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD A.W.Sjahranie, untuk diberikan pertolongan, namun nyawanya tak tertolong.
Ditemukan lecet di bagian wajah serta tubuh Andhika. Yang mengejutkan dan dirasa janggal, di bagian pundak atas sebelah kiri ada bekas tusukan. Berdasarkan keterangan doktet forensik, bekas tusukan tersebut bukan karena benda tajam dan bukan penyebab Andhika meninggal dunia, melainkan akibat benturan di kepada, karena dari telinga mengeluarkan darah.
Terkait dengan tambahan saksi Yuliansyah mengatakan belum ada tambahan saksi selain Nasrum. "Belum ada tambahan saksi. Yang pasti anggota di lapangan masih terus melakukan penyelidikan, jadi sejauh ini dugaan almarhum meninggal karena laka lantas tunggal," sebutnya.
Penulis: Nancy
Editor: Aspian Nur