Kepala Unit Siaga SAR Samarinda Riqi Efendi menyampaikan penemuan jasad Ardian tersebut saat dikonfirmasi korankaltim.com. Tim SAR katanya mendapatkan informasi dari pihak Polairud Polres Kutai Kartanegara dan Pos TNI AL Anggana, jika ada penemuan mayat, mengambang di sungai. "Mereka mendapatkan informasi dari warga sekitar Handil, Kutai Lama yang saat itu sedang memancing dan melihat sesosok mayat mengambang di atas sungai, kemudian diteruskan kepada kami, tim SAR gabungan. Kami langsung menuju lokasi dengan koordinasi ke Inafis Polresta Samarinda," kata Riqi.
Untuk menuju ke tempat penemuan jasad Ardian Tim SAR menggunakan speedboat milik keluarga almarhum. "Kami mengevakuasi menggunakan speedboat milik keluarga, menuju posko pencarian," paparnya.
Saat tiba di lokasi penemuan, diyakini jenazah tersebut memang Ardian setelah anak almarhum mengenali ciri-ciri pakaian, yang dikenakan ayahnya. "Anaknya yang memastikan dari ciri-cirinya dan juga wajah, meski sudah membengkak," sebut Riqi lagi.
Diberitakan sebelumnya, Ardian terakhir terlihat membeli pulsa dan kemudian duduk di bangku, setelah itu tak terlihat lagi hari Senin sekitar pukul 12.00 WITA. Diduga warga Gang Raudah RT 24, Kelurahan Teluk Lerong Ilir, Samarinda itu terjatuh ke Sungai Mahakam dan langsung tenggelam, karena menurut keterangan keluarga, pria paruh baya tersebut tidak bisa berenang. Telepon genggam Ardian juga tak bisa dihubungi keluarganya saat itu.
Penulis: Nancy
Editor: Aspian Nur