"Dan untuk upaya pencarian yang dilakukan selama sepekan, itu sejauh 15 kilometer dari titik korban diduga tenggelam," sambungnya. Saat disinggung kendala yang dihadapi oleh tim SAR gabungan, ia mengaku terkait curah hujan yang cukup tinggi serta arus Sungai Mahakam.
"Iya cuaca yang kurang mendukung, sehingga membuat pencarian kurang maksimal. Jika hujan tidak bisa dilakukan penyisiran, karena ini juga berkaitan dengan keselamatan tim," ujarnya. Tetapi, jika nantinya pihaknya mendapatkan informasi terkait adanya penemuan jasad ABK tersebut, pihaknya akan kembali turun dan melakukan operasi SAR.
"Iya, kalau ada informasi penemuan, terkait dengan jasad korban ini, kami akan turun kembali," tandasnya. Untuk tim SAR gabungan yang terlibat dalam pencarian ini diantaranya TNI/Polri, Basarnas, BPBD, serta instansi terkait lainnya dengan dibantu relawan Samarinda.
Diberitakan sebelumnya, juru mudi dan para ABK, barjumlah enam orang melompat ke Sungai Mahakam, saat diamankan polisi untuk dimintai keterangan, terkait adanya indikasi pencurian batu bara, pada Rabu (10/2/2021) lalu sekitar pukul 11.30 WITA di kawasan Kelurahan Mesjid Samarinda Seberang, saat tengah melakukan muatan emas hitam dari sebuah tongkang yang bertambat, tak jauh dari Jembatan Mahkota II.
Enam diantaranya empat selamat, sedangkan dua tenggelam yakni Halim alias Ali (juru mudi) telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia pada Jumat (12/2/2021) lalu sekitar pukul 03.00 WITA, sementara Marwan (ABK) hingga hari terakhir operasi SAR belum ditemukan.[]
Penulis : Nancy
Editor : Rusdi