Menurut keterangan sang istri Nur Arminah (34) saat itu, dia bangun tidur dan melihat suaminya Munir tak bergerak dengan mata masih terbuka. Kemudian, istri almarhum bersama pamannya meminta tolong kepada sekuriti GH tersebut untuk dibawa ke rumah sakit.
Nah, karena GH tersebut tak memiliki fasilitas kendaraan ambulans kemudian istrinya pun langsung menelpon IGD untuk membawa suaminya ke rumah sakit. Setelah itu, ia pun kembali mengecek dan ternyata suaminya tersebut sudah tak bernyawa, setelah ada dokter yang memeriksa.
"Iya, ada dokter di situ saat diperiksa, korban sudah meninggal dunia," kata Kasubnit Inafis Polresta Samarinda, Aipda Hari Cahyadi saat dikonfirmasi, Minggu (14/2/2021). Berdasrkan hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan pemeriksaan awal, pihaknya tak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
"Jadi, almarhum ini sakit dan sedang menjalani pengobatan rawat jalan," ujarnya. "Dia ke sini untuk pengobatan radiasi di RSUD AW Sjahranie karena mengidap sakit kanker kerongkongan," sambungnya. Setelah itu, almarhum langsung dievakuasi ke kamar jenazah RSUD AW Sjahranie untuk dilakukan visum, kemudian diserahkan kepada pihak keluarga.
Penulis : Nancy
Editor : Bambang Irawan