Saat itu Riyaldi berusaha mengejar rombongan Kaltim Steril yang sudah ada di Samarinda Seberang dengan cara memotong jalan melewati jalur alternatif, pasalnya akses utama yang menghubungkan Palaran-Samarinda Seberang tersebut ditutup total karena sedang ada pengerjaan material longsor.
Saat berada di jalan alternative lokasi longsor dia bertemu pengendara sepeda motor dan mengarahkannya untuk masuk melalui jalur alternatif, yang tembus di kawasan Teluk Bajau.
Sempat bepikir jika jalur yang akan dilalui tersebut tak aman, Riyaldi pun bertanya kepada pengendara motor tersebut, yang menyakinkannya jika jalan tersebut aman dilalui.
Kemudian setelah melalui jalur tersebut, ia bertemu dengan dua pria tak dikenal berboncengan, tengah membawa kotak sumbangan yang menyetopkan kendaraannya. Riyaldi pun tanpa ada kecurigaan, memberikan uang sebesar Rp 10 ribu dari dompetnya.
Tetapi, saat hendak memasukkan dompetnya ke dalam saku baju salah satu pria tersebut langsung merampas dompet miliknya dan mengambil uang Riyaldi. "Awalnya saya mau ambil kembali dompet saya, tetapi ada datang empat motor, kemungkinan temannya, karena dia menunjuk ke arah saya, bilangnya jangan turun dari motor," ujar Riyaldi kepada korankaltim.com.
Setelah para pelaku ini menguras isi dompetnya yang terdapat uang Rp300 ribu, mereka pun langsung kabur. Riyaldi langsung melaporkan apa yang terjadi. "Saya langsung lapor ke bos saya dan itu pertama kali saya lewat, saya pikir aman saja," terangnya.
Kejadian ini pun diketahui oleh relawan Samarinda, yang tergabung dalam Info Taruna Samarinda (ITS), FKPM Pelita serta pihak kepolisian dari Tim Macan Borneo Polresta Samarinda, Polsek Samarinda Seberang serta Palaran. Petugas gabungan pun langsung melakukan penyelidikan, dengan mengumpulkan orang-orang yang mengelola jalur alternatif tersebut, yang tepat berada di bawah kolong Jambatan Mahkota II.
Tetapi, diantara orang-orang tersebut tak satu pun dari pelaku, yang memalaknya. "Saat dikumpulkan orang-orang yang kerja mengatur jalan, tidak ada diantara mereka. Saya ingat sekali wajah mereka, naik motor tidak ada platnya," ungkap Riyaldi.
Meski begitu beberapa warga yang mengatur lalin di jalur alternatif itu pun tetap dibawa ke Polsek Palaran untuk dimintai keterangan. "Mereka tetap dimintai keterangan dan di bawa ke Polsek Palaran. Ternyata, bukan di wilayah hukum kami," kata Kapolsek Samarinda Seberang, Kompol Made Anwara melalui Kanit Reskrim, Iptu Dedi Septriadi.
Penulis: Nancy
Editor: Aspian Nur