Alfayed yang berusia 19 tahun diketahui terseret arus hingga tenggelam di Sungai Mahakam saat berenang tak jauh dari Jembatan Mahakam pukul 17.30 WITA lalu. Alfayed sebelumnya berniat berenang namun sempat dilarang oleh teman-temannya sampai akhirnya tak kuat melawan arus dan hilang sampai hari ini.
“Kami menyisir titik-titik yang memang dicurigai keberadaan korban," jelas Riqi lagi.
Untuk memaksimalkan upaya pencarian sendiri, tim SAR Gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD, Damkar, TNI/Polri serta relawan Kota Samarinda melakukan koordinasi dengan Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) dan Polsek Kawasan Pelabuhan (KP), serta kapal-kapal yang melintas Sungai Mahakam.
"Termasuk warga yang tinggal di pinggir-pinggir sungai, jika ada melihat korban segera dilaporkan ke kami. Bahkan, kami juga koordinasi dengan TNI AL di Anggana," paparnya.
Riqi mengaku arus yang deras jadi kendala utama dalam pencarian ini termasuk juga lalu lintas di perairan Sungai Mahakam yang cukup padat. "Kalau cuaca Alhamdulillah cerah, kalau arus lalu lintas di sungai kami fleksibel saja, karena ini juga demi keselamatan tim. Jadi, tim bergantian dalam melakukan penyisiran," sebutnya.
Tim SAR menurunkan 13 unit alat dalam proses pencarian ini”Kami atur jadwal penyisirannya, karena alat yang digunakan lebih dari cukup," tutup Riqi. (*)
Penulis:Nancy
Editor: Aspian Nur