Atas laporan itu, petugas langsung melakukan penyelidikan. Dari informasi yang dihimpun, petugas mengetahui pria 40 tahun tersebut berada di kontrakannya, di kawasan Samarinda Kota.
Sekitar pukul 18.00 WITA, pelaku langsung diamankan dan dilakukan pemeriksaan di Mapolresta Samarinda.
Hal ini diungkapkan Kasat Reskrim Polresta Samarinda, Kompol Yuliansyah melalui Kanit PPA Iptu Teguh Wibowo saat dikonfirmasi Jumat (15/1/2021) hari ini.
"Dari hasil pemeriksaan yang kami lakukan, pelaku ini melakukan perbuatan cabulnya, sejak anak tirinya ini, duduk di kelas 1 SMP dan sekarang sudah kelas 2. Jadi, sudah sekitar setahun belakangan ini," tuturnya.
Perbuatan tak terpuji tersebut dilakukan pelaku pada malam hari, saat anak dan istrinya sudah tertidur.
"Jadi itu satu kamar dan hanya diberi sekat saja, saat istrinya tidur, dia datangin anaknya dan langsung meraba dan memegang daerah sensitif korban," ujarnya.
Teguh menambahkan, pelaku juga mengaku dengan dalih memijat bagian perut, karena si anak tersebut memiliki sakit mag.
"Bilangnya mau mijat, karena anaknya ini sakit mag, tetapi saat itu juga pelaku ini meraba dan mencium korban hingga memegang daerah intim korban," bebernya.
Hal tersebut terungkap ketika gadis 13 tahun tersebut curhat kepada tantenya, jika ia kerap kali dicabuli oleh ayah tirinya.
"Saat melakukan perbuatannya, pelaku ini mengancam jangan beritahu ibunya, karena kalau dia ngomong tidak diberi uang lagi," terang Teguh.
Sementara, pelaku mengatakan jika awalnya hanya mau memijat perut si anak karena sakit, tetapi tak lama ia mengaku khilaf.
"Anak memang punya sakit mag, tetapi saya khilaf. Tidak tahu juga kenapa, ada setan menggoda dan saya menyesal tidak akan mengulangi lagi," tuturnya.
"Saya melakukan tiga kali saja, hanya meraba dan mencium," sambungnya.
Saat ia ditanya terkait dengan hubungannya dengan sang istri, pria yang hari-harinya bekerja sebagai buruh bangunan tersebut mengaku baik-baik saja.
"Tidak ada masalah, istri kalau saya minta berhubungan dikasih saja, tetapi tidak tahu kenapa saya begitu," tandasnya.
Penulis: Nancy
Editor : Rusdi