"Perkiraan waktunya itu meninggal sudah tiga hari," imbuhnya. Selain itu kata Buldog biasa ia disapa, jika tubuh korban tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan. "Tidak ada lebam dan semacamnya, hanya saja ada rembesan darah di tulang lidah karena patah dan itu karena jeratan tali di lehernya," terangnya.
Sementara yang belum bisa dipastikan terkait dengan ikatan tali di tangan korban, pasalnya terlihat ikatan tersebut tidak rapi. "Kalau diikat sendiri pasti rapi, karena tidak buru-buru dan korban ini meninggalnya saat lehernya terjerat tali, bukan meninggal baru digantung," bebernya.
Buldog juga mengatakan dari pihak dokter pun ada mengambil beberapa sampel bagian tubuh korban, seperti jantung, ginjal, kulit serta hati. "Ya, ada sampel yang diambil, untuk keperluan forensik," tandasnya. Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Sungai Kunjang, Iptu Purwanto mengatakan setelah ini pihaknya masih akan menunggu hasil dari dokter, terkait autopsi.
"Kalau sudah ada hasilnya akan kami gelar, kalau memang ada tindak pidananya, prosesnya akan berlanjut," pungkasnya. Diberitakan sebelumnya, pemuda 20 tahun ditemukan tewas tergantung, dengan leher terlilit tali nilon warna kuning yang menyambung ke tangan, sementara kaki terikat karet ban bekas.
Korban pertama kali ditemukan oleh kakak kandungnya Darmi (26) serta Ardan (30) paman korban, bersama dengan warga sekitar pada Selasa (5/1) lalu sekitar pukul 20.00 WITA, di kediamannya di Kelurahan Loa Bakung Kecamatan Sungai Kunjang.
Penulis: Nancy
Editor : Bambang Irawan