"Sudah semingguan ini, itu belum terbelah, tetapi pemilik rumah sudah lapor ke RT dan karena masih libur natal, baru hari ini dilaporkan ke pihak kelurahan," tuturnya. "Lurah juga sudah datang untuk melihat tadi," sambungnya. Dan lanjut kata istri Ketua RT 10 tersebut ketika ada truk melintas di depan rumah tersebut terjadi getaran, hingga perlahan membuat tanah bergeser.
"Iya, kalau ada truk lewat getar, dan batu itu jatuh sampai nimpa rumah dibawah. Yang juga pernah kejatuhan bongkahan batu tebing sampai tembok rumah jebol awal tahun 2020 di Jalan Wiraguna 5, itu juga rusak parah tetapi memang sudah dikosongkan sama pemiliknya," terangnya. Lanjut kata wanita berjilbab tersebut, musibah longsor yang menimpa rumah milik almarhum Abdur Rahman ini baru pertama kali terjadi.
"Baru pertama kali, dan ini juga diperparah karena hujan dalam semingguan ini. Yang tinggal itu ada tiga orang ibunya, anaknya sama cucunya. Jadi, setelah tahu retak-retak ini masih aktivitas seperti biasa jualan kue, dan warga juga sudah peringatkan untuk mengungsi, tapi mereka masih tetap bertahan," bebernya. Dan ternyata, saat kejadian tersebut pemilik rumah ini tidak berjualan dan posisi sedang berada di ruang tamu depan.
"Baru juga libur hari ini, kemarin-kemarin masih jualan kue, nasi kuning," pungkasnya. Sementara itu dari pantauan di lapangan akibat dari terbelahnya tanah tersebut, terdampak satu rumah di Jalan Wiraguna 5, RT 11 Kelurahan Sidodadi Kecamatan Samarinda Ulu. Satu rumah berwarna hijau milik Imam Sajito (61) yang berada tepat di bawah tebing mengalami rusak parah. Dinding-dinding rumah jebol tertimpa batu yang berjatuhan.
"Kalau rumah ini mulai dua minggu lalu retak. Kalau parahnya minggu ini, kejatuhan batu, jalannya juga terangkat ini karena tanah masih gerak. Rumah pak Imam ini 9 bulan lalu juga sempat kejatuhan batu besar, setelah itu langsung mengungsi ikut anaknya," kata Suwadi (61) warga sekitar.[]
Penulis: Nancy
Editor : Rusdi