Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Balikpapan, Melkianus Kotta malalui Koordinator Siaga SAR Samarinda, Riqi Efendi mengatakan, pencarian difokuskan di sekitar lokasi tempat kejadian perkara (TKP).
"Kami pencarian masih dengan penyisiran di permukaan sekitar teluk, karena posisinya teluk ini ada putaran, sehingga kami fokusnya masih disekitar TKP," ujar Riqi.
"Tetapi, kami tetap melakukan pencarian hingga sejauh 1 km, baik ke arah ulu maupun ilir," sambungnya.
Saat disinggung soal kendala pihaknya mengaku hanya arus sungai Mahakam yang cukup deras. Tetapi, hal itu tak menjadi masalah, jika melakukan
pencarian dengan penyisiran.
"Sedangkan untuk penyelaman tidak dilakukan, karena kurang efektif, sehingga kami hanya penyisiran permukaan saja," tandasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya saat itu Muhammad Zidan Maulana (19) yang merupakan rekan dari korban tenggelam yakni Gusti, juga menjadi korban.
Saat itu, Zidan mendatangi Gusti yang saat itu sedang santai sendirian di tepian Mahakam, tepatnya di Jalan RE.Martadinata Kelurahan Teluk Lerong Ilir Kecamatan Samarinda Ulu.
Saat tiba disana, Zidan melihat ada dua orang tak dikenal bersama dengan korban, tetapi menurut keterangan korban ia tak mengenal dengan kedua orang tersebut.
Tak lama, saat dirinya ngobrol bersama dengan korban, dirinya didorong oleh orang tersebut, kemudian menyusul korban yang juga diduga didorong oleh orang tersebut.
Zidan berhasil menyelamatkan diri, dengan berpegang pada coran tepian mahakam, sementara Gusti, diduga tenggelam.
Penulis: Nancy
Editor : Rusdi