Beruntung, pria 38 tahun tersebut tengah bekerja bersama Adnan Samad rekannya. Listrik yang tanpa aba-aba menjalari tubuh membikin Alias berteriak, yang didengar oleh Adnan. "Iya, dia berteriak ke temannya, bilang bro stop kontak. Itu dia posisi sudah tersengat listrik, dari gerinda yang dipegangnya," jelas Kapolsek Sungai Pinang AKP Rengga Puspo Saputro melalui Kanit Reskrim, Iptu Fahrudi saat menceritakan kronologis kejadian kepada Korankaltim.com, Minggu (1/11/2020).
Mendengar teriakan Alias, Adnan bergegas menghampiri rekannya. "Saat itu, Adnan melihat Alias sudah kejang-kejang akibat sengatan listrik dan langsung mencabut stop kontak tersebut," terang Fahrudi.
Tak ingin hal buruk menimpa Alias, Adnan kata Fahrudi langsung membopong rekannya itu ke Instalasi Gawat Darurat RSUD AW Syahranie Samarinda, dengan mengendarai sepeda motor. Usaha sudah dilakukan. Tapi Tuhan berkehendak lain. Sengatan listrik yang mengejutkan itu turut membawa pergi nyawa Alias. "Dokter memberitahu Adnan, kalau Alias ini sudah meninggal," kata Fahrudi.
Saat ini jenazah korban berada di kmaar jenazah RSUD A.W.Sjahranie untuk dilakukan visum.
Untuk saat ini tambah Fahrudi pihaknya masih berusaha untuk menghubungi pihak keluarganya yang berada di Kendari Sulawesi Tenggara. "Dia disini ngekos sama temannya, tidak ada keluarga sama sekali. Katanya, keluarganya ada di Kendari," bebernya.
"Nah, akibat sengatan listrik, korban mengalami luka gores di dada, mulut mengeluarkan darah dan luka sobek pada jempol kaki sebelah kiri akibat sengatan listrik. Jadi tidak ada tanda-tanda kekerasan, ini murni kecelakaan saat kerja," pungkasnya.[]
Penulis: Nancy
Editor : Rusdi