Saat ditemukan kondisi tubuh nenek Sewa, sudah nyaris tinggal tulang belulang namun harta bendanya dalam keadaan utuh, diantaranya uang Rp16 juta serta perhiasan baik kalung, cincin maupun anting emas. "Uang sama perhiasannya, masih utuh tidak ada yang kurang," sebut Yanto lagi.
Diketahui nenek asal Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan ini meninggalkan rumah sejak Selasa, 8 September bulan lalu di kawasan pertambangan Kecamatan Palaran dengan membawa uang tunai sebesar Rp16 juta serta mengenakan perhiasan lengkap.
Saat itu Sewa mengenakan jarik motif batik coklat kuning di kepala, baju kaos lengan panjang warna biru serta celana kain warna ungu. Saat itu, upaya pencarian dilakukan selama sepekan di kawasan dimana sang nenek terakhir terlihat, tetapi hingga batas waktu pencarian Sewa tak kunjung ditemukan, hingga akhirnya setelah 40 hari sang nenek ditemukan dengan keadaan tak bernyawa.
Pantauan korankaltim.com di lapangan, proses evakuasi terhadap wanita paruh baya ini bisa dikatakan sulit, pasalnya dari Tim Inafis Polresta Samarinda bersama relawan Samarinda, harus berjalan kaki dengan menempuh jarak sekitar 3 kilometer dengan medan tanah berlumpur. Akses masuk menuju lokasi Sewa ditemukan hanya bisa dilakui dengan berjalan kaki dan sepeda motor. Mau tidak mau, petugas pun harus mengevakuasi dengan berjalan kaki, hingga menuju ke pemukiman, setelah itu dibawa ambulans ke rumah duka.
Suara tangis keluarga besar almarhumah seketika pecah saat mobil ambulans tiba di rumah almarhumah sekitar pukul 21.28 WITA setelah evakuasi, yang kemudian jenazah langsung di bawa ke RSUD A.W.Sjahranie guna dilakukan autopsi.
"Kalau pemeriksaan awal di lokasi kejadian, tidak ada tanda kekerasan, dugaan sementara dia kelelahan, karena terlihat posisi bersandar di pohon. Nanti, akan dilakukan autopsi di A.W. Sjahranie," ujar Tim Inafis Polresta Samarinda, Aipda Heri Cahyadi usai evakuasi tadi malam. (*)
Penulis: Nancy
Editor: Aspian Nur