Saat itu, korban datang ke rumah bos tempatnya bekerja (angkringan) sekira pukul 19.00 WITA, untuk menghadiri acara makan-makan lebaran Iduladha.
Di tempat itu, korban bertemu dengan Ag. Kemudian keduanya berkenalan. Usai makan-makan, korban pun berniat pulang ke rumah. Namun, Ag mengajak korban mendatangi tempat tinggal kawannya di sebuah rumah kos.
“Alasanya makan-makan katanya,” ujar Joko mencritakan kronologi kepada KoranKaltim.com. Rabu malam (5/8/2020).
Tanpa prasangka, korban menerima ajakan Ag, dan berangkat ke kos bersama teman Ag mengendarai sepeda motor. Setibanya di kos, pelaku kemudian meminta temannya untuk membeli minuman beralkohol olahan tradisional dari nira Aren, Tuak.
Di saat yang sama, korban di bawa ke dalam kamar kos. Beberapa menit kemudian, Ag datang menenteng Tuak, dan meminta korban untuk meminumnya bersama-sama di dalam kamar.
“Pada saat korban mabuk, Ag pun memperkosa korban, dan sempat mendapat perlawanan. Tapi, korban tak berdaya,” ungkapnya.
Usai melampiaskan nafsunya, Ag pun keluar.
Tapi cerita kelam belum selesai. Karena, kini giliran pelaku lain berinisial Yz, turut ambil kesempatan. Yz yang dalam kondisi mabuk, langsung mendorong tubuh korban hingga terjatuh di atas kasur.
“Jadi Yz membekap mulut korban agar tidak berteriak, lalu memerkosanya,” ucap Joko lagi.
Keesokan harinya, korban diantar pulang ke rumahnya oleh pelaku. Setibanya dirumah, ibu korban lalu bertanya kepada anakanya itu. Korban pun menceritakan kejadian yang dialaminya. Tidak terima, orang tua korban melaporkan kejadian yang dialami putrinya ke pihak berwajib, pada Selasa (4/8/2020) siang. Atas laporan itu, polisi langsung bergerak cepat untuk mengamankan pelaku.
“Kedua pelaku kami amankan sekitar 10 jam, setelah laporan masuk. Ag kami tangkap di rumahnya. Sementara Yz dijalan,” pungkas Joko.
Penulis: Sabri
Editor : Rusdianto