"Awalnya saya itu mau tidur, tapi kok saya dengar suara kayak hujan, terus saya keluar rumah, ternyata tidak hujan, pas saya lihat rumah sebelah sudah terbakar," jelas Lulu Arifin (29), warga setempat.
Melihat kejadian tersebut Lulu pun bergegas mengeluarkan barang berharga dari dalam rumah miliknya, dengan dibantu oleh beberapa pemuda yang berada di teras rumahnya, sebagian pemuda mencoba untuk memadamkan api dengan peralatan seadanya.
"Tadi kebetulan ada anak-anak ngumpul di teras rumah saya, pas mereka sadar ada kebakaran langsung sebagian siram api, sebagian bantu saya angkut barang," ucapnya.
Sementara, Humas Dinas Pemadam Kebakaran (Disdamkar) Samarinda, Heri mengatakan pihaknya mendapatkan informasi awal sejak pukul 02.35 Wita dari pancaran suara Handy Talkie (HT).
"Kami mendapat info awal jam 02.35 melalui via HT dari relawan," sebutnya.
Selanjutnya Heri menjelaskan durasi pemadaman api tersebut memakan waktu selama 30 menit hingga api berhasil dipadamkan, dan sempat terkendala oleh akses jalan masuk menuju Tempat Kejadian Perkara (TKP) yang banyak didapati tanjakan.
"Untuk pemadaman api kami membutuhkan waktu 30 menit, dan terkendala oleh akses jalan yang banyak tanjakan," imbuhnya.
Terdapat pula insiden truk pemadam yang tak kuat menanjak hingga akhirnya, truk tersebut membuat kemacetan.
Dugaan sementara rumah tak berpenghuni yang terbakar diakibatkan oleh arus pendek listrik.
Penulis : Claudius Vico
Editor: Desman Minang