"Sesuai prosedur kami lakukan pemeriksaan fisik, oleh dokter jaga IGD dan pemeriksaan penunjang laboratorium," ungkap Sisi sapaan akrabnya.
Setelah dilakukan pemeriksaan, dilakukan konsultasi dengan konsulen jaga spesialis anak dan diberikan advice untuk dilakukan rawat inap.
"Bayi diberikan cairan infus per hari dan dilakukan fototerapi 1x24 jam selama dua hari," imbuhnya. “Alhamdulillah hari ini kondisinya sudah berangsur-angsur baik dan mudahan bisa segera pulih," pungkasnya.
Seperti diberikan sebelumnya, beredar di grup WhatsApp seorang ibu sambil menangis mencekik dan memukul bayinya yang saat itu masih berusia delapan hari.
Usut punya usut hal tersebut dilatar belakangi permasalahannya dengan sang kekasih, yang tak mau bertanggung jawab dengan anak tersebut.
Dan mengetahui sang pacar menggoda wanita lain, dimana antara EF (ibu bayi) dan sang pacar tersebut ada dalam suatu group. Nah, dalam group tersebut itulah EF membaca chat jika kekasihnya ini menggoda wanita lain.
Hal itulah yang memicu EF melakukan perbuatannya. Saat ini EF tengah menjalani pemeriksaan psikologis oleh Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Kota Samarinda. (*)
Penulis: Nancy
Editor: Aspian Nur