Dari data yang dihimpun ada 48 orang yang, dibawa ke Posko Induk Tim Gugus Tugas Covid-19, untuk diberikan pembinaan.
Mereka diamankan dibeberapa titik di ruas jalan utama Kota Tepian yakni, Jalan Belatuk, M Yamin, Jalan Kesuma Bangsa (Komplek GOR Segiri) dan Citra Niaga serta Jalan Gatot Subroto di sebuah warnet.
Tak sedikit dari mereka saat melihat patroli langsung berlarian untuk menghindari tangkapan dari petugas.
Di warnet Jalan Gatot Subroto pintunya bahkan dikunci dari dalam oleh pemiliknya karena diduga mengetahui ada razia setelah melihat dari CCTV.
Petugas tak menyerah karena melihat banyak kendaraan roda dua terparkir di depan warnet dan memaksa mereka untuk keluar, yang akhirnya para remaja yang bermain game online tersebut, langsung diangkut.
"Mereka masih membandel, makanya kami angkut dan diberikan pembinaan," ungkap Ketua BPBD Samarinda, Hendra AH saat ditemui usai kegiatan Rabu (29/4/2020) dinihari tadi.
Mereka terdiri dari pemilik warung kopi dan pemilik warnet yang selalu membandel dan sering diberikan imbauan.
"Saat kami patroli, mereka masih berkumpul, ditambah lagi tidak pakai masker, makanya kami angkut," kata Hendra.
"Pembinaan yang diberikan mulai dari sosialisasi bahayanya Covid-19, hingga push up dan hormat sambil menyanyikan lagu Indonesia Raya," ungkapnya.
Kegiatan ini akan terus berlangsung, untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. "Ini setiap hari kami lakukan dan berikan imbauan ke masyarakat untuk tetap menerapkan social dan physical distancing," sebut Hendra. (*)
Penulis: Nancy
Editor: Aspian Nur