Hal tersebut otomatis juga berlaku pula di wilayah hukum Polresta Samarinda. Saat dihubungi korankaltim.com Kasat Lantas Polresta Samarinda, Kompol Erick Budi Santoso menjelaskan, pihaknya akan segera menggelar video teleconference melalui aplikasi virtual bersama dengan Kepala Korlantas (Kakorlantas) Mabes Polri, Irjen Pol Istiono Kamis (23/4/2020) tadi.
"Kami terlebih dahulu melakukan video telekonferensi dengan kebijakan presiden terkait pelarangan mudik tersebut," jelas Erick.
Agenda tahunan Operasi Ketupat nantinya akan dilaksanakan bertepatan dengan kebijakan pelarangan mudik pada Jumat (24/4/2020) besok.
Operasi lalu lintas ini pun nantinya yang akan ditujukan untuk melaksanakan kebijkan larangan dari Presiden Jokowi tersebut.
"Operasi ketupat dipercepat. Jumat akan dimulai, operasi ini ditujukan sesuai instruksi presiden dan itu adalah pembatasan agar jangan sampai orang-orang melakukan mudik," tegasnya.
Pelaksanaan Operasi Ketupat sendiri nantinya akan diberlakukan selama 37 hari ke depan. Mulai dari awal pelaksanaan bulan suci Ramadhan hingga hari ke tujuh setelah Hari Raya Idulfitri.
"Nantinya akan diberlakukan bersamaan dengan Operasi Simpatik yang sebelumnya sudah dilaksanakan," imbuh Erick.
Teknis pelarangan mudik juga dikabarkan akan menutup sejumlah ruas jalan tol yang ada di nusantara. Menanggapi kebijakan tersebut, Erick mengaku jika sampai saat ini jajarannya siap melaksanakan pembatasan maupun penutupan tersebut. (*)
Penulis : Fairus
Editor: Aspian Nur