Situasi wisma karaoke yang mulanya ramai dengan musik seketika mencekam. Para pemandu lagu, tamu dan warga yang ada di sana, memilih kabur ke hutan yang mengelilingi Komplek Eks Lokasilsasi Loa Hui. "Saya lihat mereka turun, teriak-teriak sambil merusak. Ada yang bawa parang dan kayu. Saya langsung lari ke dalam dan sembunyi ke hutan," kata Rere (26) salah satu pemandu karaoke kepada korankaltim.com.
Pengrusakan tak berlangsung lama karena kepolisian Polsek Samarinda Seberang, Polresta Samarinda serta TNI dengan senjata lengkap datang untuk berjaga-jaga. Meski begitu, ratusan penghuni komplek karaoke memilih mengungsi, karena takut ada serangan susulan.
Kapolsek Samarinda Seberang, Kompol Suko Widodo menegaskan tidak ada penyerangan. Kedatangan massa hanya untuk menanyakan perihal kejadian sebelumnya. "Mereka mau menanyakan kapan ditangkap pelakunya dan kami menjelaskan saat ini pelaku masih dalam pencarian," sebut Suko. "Untuk saksi saat ini ada 6 orang yang kami periksa dari pihak wisma karaoke dan kami juga sudah mengantongi identitas pelaku," ungkapnya.
Diberitakan sebelumnya, Kamaurddin yang berusia 34 tahun dan Kaharuddin yang berusia 41 tahun terlibat keributan dengan tiga orang yang disinyalir karena rebutan wanita pemandu karaoke. Korban diduga marah karena wanita pemandu karaoke pindah tempat duduk ke tempat pelaku. Korban yang diduga mabuk mendatangi meja pelaku dan sempat memukul, sampai terjadi keributan. Tak terima, pelaku yang berjumlah tiga orang keluar wisma mengambil senjata tajam dan kembali ke wisma untuk mencari Kaamaruddin dan langsung memukul dengan parang yang masih berlapis sarung, kemudian membuka dan menebaskannya lagi ke leher. Kaharuddin ikut kena imbas, mengalami luka-luka dan langsung di bawa ke rumah sakit IA Moeis. Pelaku sendiri langsung melarikan diri. (*)
Penulis: Nancy
Editor: Aspian Nur