Sasaran pertama menyisir Jalan Guru Besar yang menurutnya gelap karena terbatasnya penerangan lampu jalan kerap disalah gunakan kalangan remaja dengan berpesta miras oplosan.
“Kami mendapati empat remaja di bawah umur yang kedapatan meneguk miras oplosan berupa alkohol luka 70 persen di campur dengan minuman berenergi, serta tambah obat batuk cair," kata Irawan.
Para remaja itu tak berkutik saat disambagi personel dan mengamankan barang bukti alkohol murni, minuman berenergi dan 1 kotak obat batuk cair yang berserakan di hadapan mereka. "Saat diintrogasi salah satu remaja yang kondisinya mabuk berat dengan jawaban ngelantur dan mata merah," ungkapnya.
Setelah itu, empat remaja tersebut diketahui menggunakan sepeda motor yang menggunakan kenalpot racing yang sudah melanggar aturan berlalu lintas. "Dari pemilik motor itu terungkap saat motornya kami tahan STNK namun karena keterbatasan sarana untuk mengangkut sepeda motor dan dititipkan di lingkungan sekolah ternyata sebelum motor diangkut ternyata sudah di bawa kabur pemiliknya," papar Irawan lagi.
Namun apes saat tim Hammer merazia kini benar-benar motor tadi langsung diamankan di kantor polisi. Berikutnya iringan – iringan motor patroli menuju gang Komodo dengan melintasi jalan pemukiman padat penduduk. Sementara saat petugas menuju gang Komodo petugas kembali mendapati satu botol miras oplosan berupa alkohol murni dengan minuman berenergi serta mengamankan 1 unit sepeda motor yang ditinggalkan begitu saja.
Mereka enggan mengaku mengkomsumsi miras namun, belum selesai diintrogasi sontak seorang ibu paruh bayah dengan nada marah dan membentak anak itu yang telah berurusan dengan petugas. “Saksi mata sering menasehati mereka saat ngumpul di samping rumahnya untuk tidak minum-minum tapi tidak didengar sehingga ia menyarankankan ke kami agar anak tersebut dibawa saja ke kantor polisi sebab merasa capek memberikan nasehat,” jelas Irawan. (*)
Penulis: Zulhamri
Editor: Aspian Nur