Menurut Ramli (43), keluarga pemilik warung naas yang tinggal tepat bersebelahan, saat itu dirinya baru pulang kerja. Dia hendak keluar untuk membeli makanan.
Saat melihat ke arah warung, kondisi di dalamnya memang gelap. Begitu melihat api, Ramli bergegas menelpon tim posko pemadam terdekat, setelah itu langsung menghubungi keluarganya itu.
"Saya mau keluar beli makan. Saat melihat ke arah warung kok seperti terang, padahal kondisi lampu mati, pas saya dekati bagian dalam warung sudah terbakar dan langsung minta bantuan, kemudian telpon keluarga,"ungkapnya.
Anak pemilik warung Ridwan, mengatakan memang saat itu kondisi warung kosong karena orang tuanya tak berada di rumah.
"Iya, yang terbakar itu warung sembako, tetapi juga ditinggalin sama bapak ibu saya, sedangkan rumah pas samping warung ditinggalin adik-adik saja, tetapi saat kejadian sedang keluar. Ya, mungkin karena korsleting listrik karena semua listrik dimatikan dan ada satu lampu menyala,"bebernya.
Menurutnya, seluruh barang dagangan sembako milik orangtuanya ludes tak bersisa. Termasuk perlengkapan elektronik seperti tv, 2 lemari pendingin serta 1 unit motor.
Api berhasil dipadamkan sejam kemudian. Bangunan yang terbuat dari kayu serta gang sempit membuat proses pemadaman memerlukan waktu.
"Kurang lebih sekitar sejam api baru padam, tetapi semua barang jualan sembako ludes terbakar,"tandasnya.
Penulis: Nancy
Editor : M.Huldi