Tak ayal Taufik terkejut, karena diakuinya Saiful memang bersama dirinya pada hari Ahad tersebut sekitar pukul 09.00 WITA untuk menebang pohon. Satu pohonnya dihargai Rp75 ribu dan ada 10 pohon yang rencana akan ditebang. Transaksi sendiri sudah diselesaikan. "Istrinya telpon saya, katanya ini bapak belum pulang, saya kaget karena hari Minggu itu sudah selesai, karena bapak sendiri yang menjamin selesai hari itu juga dan saya bilang ada undangan hari ini dan pembayaran juga sudah saya selesaikan disitu, dia bilang tinggal saja pak sejam dua jam selesai, saya pikir sudah tidak ada masalah,"ungkap Taufik kepada awak media malam tadi.
Mendengar hal itu, Taufik bersama keluarga korban serta warga lainnya saat itu juga pergi untuk mengecek keberadaan korban di lahan miliknya. "Kami cek kesana rame-rame, ternyata saat ditemukan beliau sudah meninggal, dengan posisi terlentang dan kepalanya itu ada kayu, bisa jadi tertindih kayu," jelas Taufik.
Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Sungai Pinang, Ipda Fahrudi mengatakan saat mendapatkan informasi adanya penemuan mayat di KM 16, Berambai pihaknya langsung menuju ke TKP.
"Korban ikut bekerja di lahan milik Taufik untuk menebang pohon menggunakan mesin pemotong pohon. Korban tertimpa potongan kayu yang ditebangnya, sehingga murni ini kecelakaan kerja, apalagi saat ditemukan ada kayu yang tak jauh dari kepala korban dan ada darah," ungkap Fahrudi. “Kami temukan kunci motor dan uang Rp4 ribu dalam saku celana korban," sebutnya. (*)
Penulis: Nancy
Editor: Aspian Nur