Tindak kejahatan itu bermula ketika tersangka berpura-pura sebagai pembeli di Toko Alifa milik korban yang bernama Sri Rahayu Ningsih. Melihat situasi sepi, tersangka langsung membekap mulut korban agar tak berteriak.
Tersangka juga mengeluarkan sebilah parang untuk mengancam korban agar menyerahkan barang berharga. Namun ancaman itu tidak digubris, korban justru berteriak lebih kencang.
Panik, tersangka langsung menusukan parang ke perut korban. "Teriakan korban didengar oleh warga sekitar, tersangka kemudian kabur mengendarai sepeda motor dan meninggalkan parang karena panik," ungkap Wa Dir Krimum Polda Kaltim AKBP Sumaryono, Selasa (26/3/2019).
Tersangka sebelumnya dikejar oleh salah satu keluarga korban akan tetapi tidak didapat. Selanjutnya keluarga korban melapor ke polisi. "Kami langsung mendatangi lokasi kejadian dan melakukan olah TKP serta meminta keterangan para saksi," ujarnya.
Berdasarkan informasi masyarakat bahwa pelaku bersembunyi di rumahnya yabg berada di Perum Bangun Reksa Balikpapan Utara. Namun ketika disambangi, pelaku sudah kabur.
"Hingga akhirnya kami kembali mendapatkan informasi pada Senin pelaku sedang berada di kawasan Sepinggan, Balikpapan Selatan," bebernya.
Rupanya dalam proses penangkapan, polisi mendapat perlawanan dari pelaku yang membawa sebilah parang. Tembakan peringatan pun tak digubris. Akhirnya, timah panas bersarang di kaki kirinya.
"Kami lakukan upaya tindakan tegas dan terukur karena tersangka ini membawa senjata tajam yang dapat mengancam keselamatan anggota kami,"tegasnya.
Pelaku saat ini menjalani pemeriksaan intensif dan dilakukan pengembangan. "Masih kami lakukan pengembangan karena ada sejumlah wilayah terjadi curas, apakah tersangka ini terlibat apa atau tidak," tandasnya.
Penulis : Yudi Hadi
Editor : Hendra
simak videonya *