Dipukul Ayah, Kabur, Anak Ini Dijadikan Pengemis dan Pengamen di Samarinda
1 menit baca1.410 kali dibaca

KORANKALTIM.COM, SAMARINDA – Kasus trafficking alias perdagangan anak di bawah umur terjadi di Samarinda dimana dua anak-anak dari Nusa Tenggara Timur berinisial Ek dan Ir, masing-masing berusia 12 dan 10 tahun, saat ini harus tinggal sementara di Dinas Sosial (Dinsos) Samarinda Jalan Dahlia.
Keduanya kepada korankaltim.com Senin (25/3/2019) pagi tadi mengaku dipaksa jadi pengamen dan pengemis di Kota Tepian karena ditangkap dua orang tak dikenal. “Kami lari dari rumah, sudah sembilan hari. Bapak sering pukul kami makanya kami kabur,” kata Fk.









