Seketika itu, pengemudi mobil pikap dan istrinya, keluar mobil. Mobil pun terus berjalan ke arah bangunan toko penjual kosmetik.
“Saat terbakar, terdengar suara ledakan sekitar 5 kali. Sopir dan istrinya mengalami luka bakar,” kata Aldian, kepada wartawan, kemarin.
Tidak berselang lama, petugas pemadam dari Kelurahan Petung, tiba di lokasi dan memadamkan kobaran api pada mobil pikap yang memuat 1 drum berisikan BBM.
Sementara Kasat Reskrim Polres PPU, Iptu Iswanto, ketika ditemui di lokasi kejadian membenarkan peristiwa itu. “Kami masih lakukan penyelidikan dan penyidikan. Makanya kami turunkan tim identifikasi untuk mengetahui penyebabnya, sambil kita mengumpulkan keterangan saksi,” pungkasnya.
Dijelaskannya, dua kendaraan roda dua juga turut menjadi korban. Sebab, sepeda motor tersebut sedang terparkir di lokasi kejadian. Dugaan sementara, mobil pikap itu milik pengetap lantaran bermuatan BBM jenis Pertalite. Terlebih lagi, terdapat sebuah tangki modifikasi yang terpasang di belakang mobil pikap.
“Mobil yang dikendarai Slamet warga Kelurahan Waru, membawa BBM. Tapi belum diketahui besaran jumlahnya,” demikian Iswanto. (wn)