Hal tersebut disampaikan setelah pihak desa menerima informasi dari sejumlah warga mengenai adanya orang yang mendatangi rumah-rumah untuk meminta sumbangan dengan membawa nama pondok pesantren dan pembangunan masjid di Desa Mengkudu.
Informasi itu juga menimbulkan keresahan karena sejak pondok pesantren diresmikan, tidak pernah ada petugas yang ditugaskan untuk melakukan penggalangan dana secara langsung ke desa-desa.
Kepala Desa Mengkudu, Rebut Hamdi, mengatakan pihaknya menerima informasi tersebut dari warga yang berada di luar Desa Mengkudu.
“Ada warga di luar Desa Mengkudu yang menyampaikan ke kami ada oknum yang mendatangi rumah warga untuk meminta sumbangan mengatasnamakan Pondok Pesantren Annafys dan masjid di Desa Mengkudu,” ujarnya, Minggu (31/5/2026).
Untuk itu, masyarakat di Kabupaten Paser diharapkan agar tidak mudah percaya dan tidak mengindahkan permintaan sumbangan yang mengatasnamakan Pondok Pesantren Annafys dan masjid di Desa Mengkudu.
Meski demikian, hingga saat ini pihak desa belum melaporkan persoalan tersebut kepada kepolisian karena belum menerima bukti yang cukup terkait dugaan aktivitas tersebut.
“Masih sebatas informasi dari warga, kami belum mendapatkan bukti jika hal tersebut terjadi, makanya kami hanya mengimbau agar tidak mengindahkan jika terdapat oknum warga yang meminta sumbangan,” tegasnya.
Berkaitan dengan informasi tersebut, Kapolsek Batu Engau ,AKP Hadi Purwanto. Mengaku, pihaknya masih belum menerima laporan dari pihak Desa. Namun demikian pihaknya segera berkoordinasi dengan pihak Desa Mengkudu.
Sementara itu, Kapolsek Batu Engau, AKP Hadi Purwanto, mengaku belum menerima laporan resmi dari pihak desa dan lembaga. Namun, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Mengkudu terkait hal tersebut.
“Belum ada laporan masuk berkaitan dengan itu, tapi kami segera berkoordinasi dengan pihak desa,” ujar AKP Hadi Purwanto.
Ia juga menimbau agar masyarakat bisa lebih waspada mengingat beragam modus penipuan yang kerap terjadi. “Lebih waspada terhadap beragam modus penipuan,” tutupnya.
Editor: Erwin